Laman

Selasa, 03 Juni 2014

Asthabrata

Awalnya hanya sedikit penasaran dengan tokoh-tokoh dalam kisah Mahabharata yang saat ini sedang tayang di salah satu televisi swasta, kemudian mulailah mencari tentang tokoh-tokoh itu dan ketemulah. Tapi bukan dari kisah Mahabharata sendiri melainkan aku baca dari buku tentang budipekerti dari kisah pewayangan. Ceritanya sendiri agak berbeda tapi secara garis besarnya hampir sama. Nah, disitulah aku menemukan ajaran budipekerti yang mungkin saat ini sangat diperlukan untuk negeri ini. Ini adalah kisah dari Rama. Kalau dari India sana atau pewayangan berasal dari kisah Ramayana yang mengajarkan tentang kesetiaan yang luar biasa.

Diceritakan bahwa Rama sebagai putra mahkota akan segera menggantikan ayahnya menjadi raja di Ayodya. Tetapi Dewi Kekayi (istri selir) Prabu Dasarata menagih janji ketika mau memperistri dirinya bahwa anaknya akan dijadikan raja. Rama gagal menjadi raja, malah dibuang ke hutan Dandaka selama 13 tahun ditemani adiknya bernama Lesmana (Laksmana).

Ternyata Raden Barata anak Dewi Kekayi amat berbakti, ia tidak mau menjadi raja karena sangat mencintai saudara tuanya yaitu Rama. Barata pergi dari keraton mencari Rama. Setelah bertemu Barata memohon maaf atas tindakan ibunya dan mengharap Rama kembali ke keraton dan menjadi raja. Rama tidak mau malah memberikan wejangan berupa Asthabrata.

Asthabrata berarti delapan jalan (watak) seorang raja/pemimpin.

Asthabrata itu adalah :
  1.  Kisma berarti tanah. Raja harus memiliki watak seperti tanah, yang murah dan penuh kasih, menerima segala tumpahan dan keluhan, memberikan sarana hidup, tak banyak menuntut, serba bermanfaat.
  2. Warih berarti air. Raja berwatak air, dapat menyesuaikan diri dimana-mana, memberikan kesejukan kepada siapapun sehingga rakyat merasa adhem ayem kadyo siniram banyu sawindulawase.
  3. Maruta berarti angin. Raja berwatak seperti angin, raja berada di segala tempat seperti hawa (angin) artinya raja tidak segan untuk meneliti kehidupan rakyatnya.
  4. Angkasa berarti langit, raja dapat menerima segala sesuatu dan tidak akan merasa sesak terbebani. Raja mengayomi dan memberikan keindahan yang membahagiakan seperti langit.
  5. Candra berarti bulan, raja harus bisa memberikan petunjuk dan menyelesaikan segala masalah, raja bisa menerangi para hambanya yang sedang susah, seperti bulan menerangi gelap di malam hari.
  6. Surya berarti matahari, raja memberi tiada berharap untuk kembali, adil, tidak pilih kasih, seperti matahari menerangi bumi.
  7. Dahana berarti api, raja harus bisa memberantas angkara murka, seperti api yang dapat membumihanguskan segala yang dilaluinya.
  8. Kartika berarti bintang, raja harus menepati janji, teguh dalam prinsip, tidak mudah ganti pendirian, sabdanya sebagai aturan, perilakunya menjadi contoh, seperti keteguhan bintang yang setia pada tempatnya.

Nah, sobat kiranya Asthabrata ini perlu juga dijadikan tambahan referensi untuk kalian dalam memilih siapa capres cawapres yang layak kita dukung di pilpres Juli 2014 nanti. Semoga bermanfaat....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar