Laman

Rabu, 25 Juni 2014

Waspada atau Berprasangka Buruk

Suatu hari ada seorang pengamen perempuan datang ke tempatku dengan membawa anaknya yang masih balita. Usianya mungkin jauh lebih muda dariku. Penampilannya sama dengan kebanyakan pengamen lainnya, lusuh dan berdebu. Si pengamen ini berdiri di depan pintu dan ia bilang ingin meminjam sepeda yang memang sedang aku parkir di depan. Katanya ia akan mengambil sandal anaknya yang terjatuh sewaktu hendak naik bis sebelum turun di depan tempatku. Tentu saja waktu itu aku berpikir tidak akan meminjamkan sepedaku (sepeda ini adalah sepeda yang sengaja  dibelikan ibu untukku dan aku sangat menyayanginya, lalu bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan bila sesuatu terjadi pada sepeda ini). Aku katakan padanya silakan pinjam sepeda di tempat lain. Tetapi ia terus memohon padaku dan mengatakan akan meninggalkan anaknya di tempatku beserta dengan tas yang berisi barang-barangnya, termasuk uang miliknya. Dia berjanji akan mengembalikan sepedaku. Akhirnya, dengan berat hati aku pinjamkan sepeda padanya. Segera ia membawa sepedaku pergi.

Setelah pengamen itu pergi aku melihatnya dari belakang. Awalnya aku berpikir, sudahlah toh kalau memang sepeda itu akan tetap menjadi milikku pasti akan kembali. Tetapi, tetangga-tetanggaku yang melihat pengamen itu pergi sambil membawa sepeda milikku menyuruhku untukku membuntutinya. Kata mereka sepedaku bisa jadi tidak akan kembali. Rupanya pengamen itu tadi juga meminta ijin untuk meminjam sepeda milik tetanggaku. Tapi tetanggaku itu tidak meminjaminya dan beralihlah ia meminjam di tempatku. Aku terpengaruh oleh kata-kata tetanggaku. Akhirnya Aku bersama seorang teman membuntuti pengamen itu dengan sepeda motor dari belakang.

Benar pengamen itu kembali lagi sambil membawa sandal milik anaknya. Ia kemudian mengembalikan sepeda milikku dan mengucapkan terima kasih. Rupanya dia juga tahu kalau aku membuntutinya dari belakang. Aku menjadi tidak enak hati dengan pengamen itu.

Dari sini ada beberapa pertanyaan yang muncul dalam hatiku. Benarkah aku telah melihat seseorang hanya berdasarkan penampilan luarnya saja?  Sikapku itu apakah sikap orang yang waspada terhadap orang yang tidak dikenal atau kah aku justru telah berprasangka buruk terhadap orang lain? Lalu dimanakah batasan antara bersikap waspada dan berprasangka buruk itu?


Seandainya waktu itu aku hanya berpikir untuk membantu tanpa harus memikirkan apakah sepedaku akan kembali atau tidak dan menyerahkan segalanya pada Yang Maha Tahu, mungkin pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan muncul dalam hatiku.

Senin, 09 Juni 2014

Cara menambah brush di photoshop

Tutorial seperti ini mungkin sudah banyak di temukan di internet tapi tidak ada salahnya dibahas kembali..... 

Kalau kita sering bermain dengan photoshop tentu tidak asing lagi dengan yang namanya brush. Brush adalah salah satu tool yang terdapat pada photoshop. Brush sendiri berfungsi untuk membuat beberapa macam efek serta membantu kita dalam membuat beberapa objek. Saat kita menginstal photoshop, secara otomatis sudah tersedia berbagai macam bentuk brush. Namun, bila kita bosan dengan brush yang bentuknya standar dan itu-itu saja sebenarnya kita bisa menambah berbagai jenis brush dengan macam bentuk yang lebih menarik. Brush tambahan itu bisa kita dapatkan dengan cara mendownload dari situs-situs internet yang menyediakan brush tambahan secara gratis.  Tinggal ketik  kata kunci “adobe photoshop free download brush” untuk mencarinya di search engine internet dan tara....... muncullah situs-situs yang menyediakan brush gratis yang siap kita download.

Lalu bagaimanakah caranya memasukkan file brush yang sudah kita download ke photoshop kita. Begini caranya:

  1.  Buka folder tempat menyimpan brush, klik file tersebut.
  2. Copy file brush (type file ABR). Caranya klik file, klik kanan, dan pilih copy.
  3. Kemudian buka folder Program Files > Adobe >  Adobe Photoshop CS3 > Presets > Brushes. Klik kanan, lalu pilih paste.
  4.  Selesai.

Setelah kita selesai menginstal brush baru, pastikan brush tersebut sudah dapat digunakan atau belum. Caranya adalah sebagai berikut:


  1. Jalankan program Adobe Photoshop dan buka dokumen baru (Ctrl+N).
  2. Pilih Brush Tool pada panel Palette Tools.

   3.    Buka panel Brush Tool. Pada panel tersebut kita dapat melihat berbagai jenis brush yang telah disediakan oleh Adobe Photoshop atau disebut juga Default Brush.

   4.       Untuk melihat brush yang telah kita instal, klik tanda panah di kanan atas panel brush.

 5.  Setelah kita klik brush yang kita pilih, akan muncul option seperti di bawah ini. Jika kita klik Append, maka brush yang kita pilih akan bertambah bersama brush default. Jika kita pilih OK, maka brush yang kita pilih akan menggantikan brush default. 


         6.  Kini pada panel brush Tool akan terisi oleh jenis brush yang telah kita instal.


 7.   Pilih salah satu brush yang kita instal dan tuangkan brush dengan meng”klik” kursor brush di atas dokumen.



8.   Selesai.

Tips :
Kita juga dapat menampilkan brush dengan cara  klik tanda panah di kanan atas panel brush lalu klik “load brushes” kemudian buka folder tempat kita menyimpan brush tadi. Pilih nama brush yang tadi telah kita instal dan klik “load”. Maka brush langsung muncul di panel brush di paling bawah.


Nah, mudah bukan. Semoga bermanfaat....


Created
by. C-lover

Selasa, 03 Juni 2014

Asthabrata

Awalnya hanya sedikit penasaran dengan tokoh-tokoh dalam kisah Mahabharata yang saat ini sedang tayang di salah satu televisi swasta, kemudian mulailah mencari tentang tokoh-tokoh itu dan ketemulah. Tapi bukan dari kisah Mahabharata sendiri melainkan aku baca dari buku tentang budipekerti dari kisah pewayangan. Ceritanya sendiri agak berbeda tapi secara garis besarnya hampir sama. Nah, disitulah aku menemukan ajaran budipekerti yang mungkin saat ini sangat diperlukan untuk negeri ini. Ini adalah kisah dari Rama. Kalau dari India sana atau pewayangan berasal dari kisah Ramayana yang mengajarkan tentang kesetiaan yang luar biasa.

Diceritakan bahwa Rama sebagai putra mahkota akan segera menggantikan ayahnya menjadi raja di Ayodya. Tetapi Dewi Kekayi (istri selir) Prabu Dasarata menagih janji ketika mau memperistri dirinya bahwa anaknya akan dijadikan raja. Rama gagal menjadi raja, malah dibuang ke hutan Dandaka selama 13 tahun ditemani adiknya bernama Lesmana (Laksmana).

Ternyata Raden Barata anak Dewi Kekayi amat berbakti, ia tidak mau menjadi raja karena sangat mencintai saudara tuanya yaitu Rama. Barata pergi dari keraton mencari Rama. Setelah bertemu Barata memohon maaf atas tindakan ibunya dan mengharap Rama kembali ke keraton dan menjadi raja. Rama tidak mau malah memberikan wejangan berupa Asthabrata.

Asthabrata berarti delapan jalan (watak) seorang raja/pemimpin.

Asthabrata itu adalah :
  1.  Kisma berarti tanah. Raja harus memiliki watak seperti tanah, yang murah dan penuh kasih, menerima segala tumpahan dan keluhan, memberikan sarana hidup, tak banyak menuntut, serba bermanfaat.
  2. Warih berarti air. Raja berwatak air, dapat menyesuaikan diri dimana-mana, memberikan kesejukan kepada siapapun sehingga rakyat merasa adhem ayem kadyo siniram banyu sawindulawase.
  3. Maruta berarti angin. Raja berwatak seperti angin, raja berada di segala tempat seperti hawa (angin) artinya raja tidak segan untuk meneliti kehidupan rakyatnya.
  4. Angkasa berarti langit, raja dapat menerima segala sesuatu dan tidak akan merasa sesak terbebani. Raja mengayomi dan memberikan keindahan yang membahagiakan seperti langit.
  5. Candra berarti bulan, raja harus bisa memberikan petunjuk dan menyelesaikan segala masalah, raja bisa menerangi para hambanya yang sedang susah, seperti bulan menerangi gelap di malam hari.
  6. Surya berarti matahari, raja memberi tiada berharap untuk kembali, adil, tidak pilih kasih, seperti matahari menerangi bumi.
  7. Dahana berarti api, raja harus bisa memberantas angkara murka, seperti api yang dapat membumihanguskan segala yang dilaluinya.
  8. Kartika berarti bintang, raja harus menepati janji, teguh dalam prinsip, tidak mudah ganti pendirian, sabdanya sebagai aturan, perilakunya menjadi contoh, seperti keteguhan bintang yang setia pada tempatnya.

Nah, sobat kiranya Asthabrata ini perlu juga dijadikan tambahan referensi untuk kalian dalam memilih siapa capres cawapres yang layak kita dukung di pilpres Juli 2014 nanti. Semoga bermanfaat....