Laman

Kamis, 09 Oktober 2014

Waktu....


Sesungguhnya aku benar-benar merindukannya.
Sudah terlalu lama waktu telah membiarkanku, 
menunggu....
Aku bahkan belum memulai perjalanan 
yang selalu indah bermain di mata.
Tapi waktu telah meninggalkanku.
Waktu telah mengakhirinya, 
bahkan aku sendiri tidak menyadarinya.
Waktu juga yang telah membuatnya menghilang.
Waktu tidak pernah mengijinkanku 
untuk dapat lebih lama mengaguminya,
dia yang dulu selalu bermain di mata,
menghias tiap pandangan.
Waktu, kini dapatkah kau merawatku.
Mengembalikannya ke sisiku,
bukan, di hadapku tepatnya.
Dapatkah kau kini mengembalikan 
gambaran yang telah terlanjur pudar.
Dapatkah kau kini membuka kembali 
pintu yang terlanjur tertutup karenamu.
Dapatkah kau menghapus bekas air mata
yang terlanjur membasahi pipi.

Waktu....
dapatkah kau merawat segalanya....


by. C-lover

Internet Download Manager

Bagi yang suka download program yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Karena ada seorang teman yang ingin download film tapi gak punya idm maka ku coba upload nih program. Berikut  adalah link downloadnya....

IDM_605_Build_5_Silent_Install

Jumat, 03 Oktober 2014

Aku ingin menjadi seorang yang pemberani


Aku ingin menjadi seorang yang pemberani
tidak takut akan keadaan
tidak gentar pada masa depan
tidak goyah akan cibiran
dan tidak lengah pada pujian

Aku ingin menjadi seorang yang pemberani
tidak malu pada dunia
percaya penghargaan itu akan selalu ada
dan bangga pada kemampuan diri

aku ingin menjadi seorang yang pemberani
tidak sembunyi di balik cahaya
tidak pula berjalan di bawah bayang-bayang

Aku ingin menjadi seorang yang pemberani
tersenyum pada keadaan
tersenyum pada masa depan
tersenyum pada dunia
sebagai wujud syukurku pada-Nya


by. C-lover

Aku dan Bulan Sabit

Bulan sabit mengambang sendirian di langitku. Pucat samar-samar, enggan tersenyum tanpa satupun sahabat. Jalan-jalan yang kulewati telah lelah seharian menapaki terik demi terik matahari. Dingin angin malam menampar wajah dan rambutku tanpa peduli. Deru-deru mesin kendaraan bermotor dan terang gelap lampu lalu lalang kian jauh meninggalkanku. Lambat-melambat langkahku diantara roda-roda yang terus bergulir tanpa henti, hanya sesekali di persimpangan, kemudian bergulir kembali. Aku dan jiwaku, berbicara tanpa kata, melihat dalam kegelapan sang bulan sabit.
Dia tersenyum setiap pagi, setiap hari, sejak pertama, mungkin ditujukan padaku dan memang ditujukan padaku, tanpa aku balas dengan keikhlasan, hanya karena rasa ketidakberpijakanku. Tulus dengan kesabaran, kedewasaan, setiap waktu yang sama. Tapi aku dengan ketidakberdayaan dan kemampuan yang sering terlupakan, dengan kesalahan dan keraguan, ketidakjelasan. Aku terdiam. Sungguh telah ku tutup pintu hatiku.
Aku tahu sejak pertama, dan dia pasti sadar bahwa dirinya indah, penuh keanggunan. Tetapi aku biarkan, seperti dingin angin yang menampar wajah dan rambutku setiap malam. Dapat aku tandai, kapan hari ia datang, kapan hari ia tidak datang. Dapat aku hitung, waktu-waktu ia muncul tiba-tiba di hadapanku, sebelum atau sesudah aku memikirkan. Aku biarkan tanpa perhatian. Sadar dan tidak sadar mula waktu aku terpengaruh. Hari-hari aku mulai berpikir, mulai berangan-angan, tanpa ujung tanpa pangkal. Mulai aku terpengaruh dengan ketidakberdayaan, ketidakmampuan dan kesalahan-kesalahan yang kian mencibir.
Aku sempat hendak berhenti di jalan yang baru aku awali, tapi dia menahanku, tanpa berkata-kata, hanya senyum pengganti bicara. Mulai ku arahkan pandanganku untuknya, dengan penuh harap atau mungkin tidak ada harap. Hingga satu hari dia datang tanpa menyampaikan senyum, seperti pagi-pagi sebelumnya. Berkeping hatiku. Sekali lagi aku merasa tidak berpijak. Ini suatu pengecualian waktu, aku gugup, ku buat lagi satu kesalahan. Untuk kedua kalinya di hari itu, telah ia tinggalkan sesuatu yang mungkin dan pasti dia tidak sadari, untukku, hanya untukku. Aku dapat tersenyum kembali.
Aku tidak ingin bertemu lagi. Aku malu dengan ketidakberdayaanku, aku malu dengan ketidakmampuanku, aku malu dengan ketidakberpijakanku. Aku takut mengulangi kesalahan lagi padanya ataupun pada yang lainnya. Aku terlanjur jatuh, enggan bangkit kembali. Tetapi selalu ada yang membuatku tetap bertahan saat aku dalam keterpaksaan. Dia, dia muncul dalam ketidakhadiran. Aku ingat-ingat, mencoba menerima dengan keikhlasan, sekedar melihat mawar meski di bawah hujan dan duri-duri tajam. Aku laksanakan dengan diam, beku, tanpa senyuman.
Aku lelah, aku ingin istirahat. Aku hendak mengusir kejenuhan, sekedar berjalan-jalan, untuk suatu kesenangan, atau hanya untuk berdiam. Ada bayang-bayang yang terus mengikuti, saat aku hendak tertidur. Ada dering-dering bel di sekitarku. Orang-orang yang pernah dekat denganku ataupun yang tidak pernah menyapa sama sekali. Ada pula suara lincah gadis kecil memanggilku dan bermanja padanya, tapi tidak aku izinkan. Inci-inci layar yang menyala di hadapanku dan di depan teman-temanku. Aku berjalan di antara sejuta buku pajangan, ku lihat, aku baca, atau hanya kulewati. Pernah pula aku bertemu dengannya di sini, berpura-pura. Dia menawarkan kebaikan yang bisa ku sambut dengan tangan terbuka, hanya karena kami sering bertemu, tetapi tidak pernah mengenal. Pernah pula suatu ketika kami bertemu tanpa sengaja, tanpa nyata, di suatu acara keluarga. dan kami akhirnya saling mengenal, bertemu kemudian hari dengan lebih manusiawi.
 Pernah suatu ketika aku berada dalam dingin yang luar biasa, hingga jari-jemariku putih bagai lilin, dia dalam bayang datang meminjamkan jaket yang tidak pernah aku lihat dia memakainya barang sekali. Kebaikannya itu sungguh kukenang. Dalam mendung dia datang, dan dalam hujan dia hendak pergi. Kupikirkan, kupinjamkan payung yang selalu ku bawa kemana langkahku pergi, atau ku ajak dia melangkah bersisian karena aku hendak ke satu arah dengannya. Sebagai tanda terima kasih atas kebaikannya yang ku kenang itu.
Aku kembali lagi pada hari-hari yang telah ku awali dengan harapan dan pagi yang baru. Tidak ada, aku kehilangan. Pagi kembali. Aku hitung waktu-waktu kesukaan dan pengecualian, tidak ada jawaban. Aku benar-benar telah terpengaruh dan masuk dalam terang yang menghilangkan cahaya bulan. Telah kusisakan perhatian, telah kubuka mata dan pandangan, telah kubuat waktu dalam menanti, tidaklah cukup untuk membawa dia kembali. Aku rindu.
Hari ini, masih dengan harapan yang sama, masih ku hitung waktu-waktu kesukaan dan pengecualian, masih tak ada jawaban. Aku biarkan, aku lepaskan, aku yakinkan mawar terlalu sayang untukku jadikan hiasan rambut atau hanya terbiar layu dalam genggaman. Kulalaikan, dengan berbagai anggapan dan prasangka yang membuatku gemetar. Aku mulai menerima, terbiasa, tanpa penyangkalan, tanpa ungkapan. Ini bukan bayangan, dia lewat di depan jendela pandangku, memenuhi panggilan corong lima waktu, memperhatikan langkahnya, kehati-hatian, tanpa berpaling. Telah kau bawa keharuman melati masuk dalam tamanku. Aku telah salah.
Bulan sabit masih mengambang sendirian di langitku. Pucat samar-samar berbayang awan keraguan, enggan tersenyum tanpa sahabat. Tak kubiarkan lagi dingin angin menampar wajah dan rambutku malam ini. Deru-deru mesin kendaraan bermotor dan terang gelap lampu lalu lalang disekitarku. Roda-roda terus bergulir tanpa henti, hanya sesekali di persimpangan, kemudian bergulir kembali. Aku dengan jiwaku, berbicara tanpa kata. Aku bahagia…..


By. C-lover

Kamis, 02 Oktober 2014

Software yang digunakan untuk membuat digital drawing dan digital coloring

Drawing atau menggambar adalah suatu kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik atau alat. Alat yang biasa digunakan untuk menggambar adalah pensil, pena, tinta, spidol, kuas, arang, crayon, dan masih banyak lagi. Sedangkan media yang biasa digunakan untuk menuangkan ide imaji itu berupa kertas. Meskipun tidak menutup kemungkinan media, seperti kain, dinding, dan permukaan kayu untuk digunakan.

Digital drawing sendiri menurut sepemahaman singkatku adalah kegiatan menggambar dengan menggunakan komputer sedangkan digital coloring adalah teknik mewarnai juga masih dengan komputer (pengertian sebenarnya mungkin lebih dari itu). Sebenarnya aku sendiri masih sangat baru dalam hal ini. Setelah googling di internet, ternyata banyak sekali program komputer atau software yang bisa digunakan untuk membuat digital drawing maupun digital coloring. Dan dari program-program tersebut menurutku masing-masing mempunyai kemudahan-kemudahan atau pun kesulitan-kesulitan tersendiri bila digunakan.

Nah berikut ini adalah beberapa program yang bisa digunakan untuk membuat digital drawing maupun digital coloring :

1.       Paint Tool SAI
Dengan program ini mewarnai akan sangat mudah karena kita bisa memilih berbagai warna dengan mudah pula.  Tapi untuk membuat line art (linework) bagi yang belum terbiasa akan mengalami sedikit kesulitan.
Ini adalah ujicobaku menggunakan program ini.



2.        Manga Studio EX.4
Bagi mangaka atau pecinta manga program ini tentu sudah tidak asing lagi karena program ini biasa digunakan untuk menggambar manga atau komik. Manga Studio EX.4 ini mirip dengan photoshop tetapi penggunaannya tidak serumit photoshop. Dengan program ini pembuatan line art akan sangat mudah dilakukan karena adanya berbagai macam bentuk pen yang ujungnya bisa dibuat runcing atau tumpul. Untuk mewarnai, dengan program ini kita bisa menyimpan warna-warna yang telah kita pilih sehingga kita bisa lebih mudah bila akan menggunakannya kembali.
Nah, kalo yang ini hasil eksperimenku menggunakan Manga Studio EX.4


3.       Photoshop
Program yang satu ini adalah salah satu program yang biasa digunakan oleh para design grafis maupun para pecinta fotografi digital. Dulu kupikir photoshop hanya bisa digunakan untuk mengedit foto saja tetapi ternyata  bila kita sering mengotak-atik berbagai macam tool ataupun fitur di dalamnya akan kita temukan banyak sekali kejutan yang bisa dihasilkan. Makanya, program ini menjadi salah satu program kesukaanku. Program ini juga sering digunakan oleh para digital artist untuk menghasilkan karya-karya amazing seperti digital painting, animasi maupun digital art lainnya. Program ini menyediakan brush default yang bermacam-macam. Ditambah lagi kita juga bisa menambah brush sesuai dengan keinginan. Meskipun kelihatannya program ini agak rumit tapi bila kita sering menggunakannya akhirnya akan terbiasa pula. Aku sendiri masih perlu banyak belajar lagi tentang program yang satu ini.
Nah, berikut ini contoh hasil otak-otikku menggunakan photoshop.


4.       CorelDraw
Program ini juga menjadi salah satu program yang sangat populer di kalangan design grafis. Kalau aku sendiri agak kesulitan drawing dengan program ini karena menurutku diperlukan kelihaian tangan yang lebih. Dalam hal mewarnai juga kurang begitu natural karena campuran warna atau dalam membuat gradasi warna kurang bisa optimal dilakukan. Tetapi bagi yang sudah mahir dengan program ini tentu saja hal tersebut bukan masalah.
Yang satu ini hasil corat-coretku menggunakan coreldraw. Karena modelnya cakep banget JJJJ (thanks to ìž„슬옹 ^_^setelah berjuang dengan penuh kesabaran akhirnya selesai juga membuat gambarnya (meskipun masih sangat berantakan hehehe....).



Sebenarnya masih banyak program komputer atau software yang bisa digunakan untuk membuat digital drawing maupun digital coloring. Dari adobe masih ada Adobe ImageReady dan Adobe Illustrator Dari corel juga masih ada corel photo-paint. (silahkan googling sendiri hehe.....) Tetapi baru program-program di atas yang telah aku coba. Program-program tersebut dapat diinstal di komputer maupun tablet. Oh ya, contoh-contoh gambar yang aku buat di atas itu hasil dari buatan PC dengan menggunakan mouse (belum memiliki tablet dengan styllus pen hiks.....). Mungkin kalau menggunakan styllus pen hasilnya akan lebih bagus lagi kali ya JJJJ

Dan soal gampang sulitnya menurutku tergantung dari penggunanya dan mau memperdalam yang mana. Aku sendiri dalam membuat gambar digital kadang tidak hanya menggunakan satu program saja tetapi aku kombinasikan. Oke cukup sekian dulu, semoga tambah inspirasi  dan selamat berkreasi JJJJ


Created.
By. C-lover

Selasa, 19 Agustus 2014

Tahajudku tertinggal

Hari pertama
Tahajudku tertinggal dan aku begitu sibuk akan duniaku
Hingga Zuhurku kuselesaikan saat Ashar mulai memanggil
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan Magrib
Dengan niat akan kulaksanakan bersama Isya
Itu pun terlaksana setelah acara TV selesai
Hari ke dua
Tahajudku kembali tertinggal
Dan hal yang sama kulakukan sebagaimana hari pertama
Hari ke tiga
Kembali aku lupa akan Tahajudku
Temanku memberi hadiah novel best seller lebih dari dua ratus halaman
Dalam waktu tidak satu hari aku telah selesai membacanya
Padahal betapa sulitnya aku membaca Alquran walau cuma satu jus
Alquran yang 114 surat cuma satu setengah surat yang kuhafal
Itu pun dengan terbata-bata
Tapi ketika temanku bertanya tentang novel tadi
Betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan
Hari ke empat
Kembali aku lupa akan Tahajudku
Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji
Tapi kubiarkan Ustadku yang sedang mengajarkan kebaikan
Kubiarkan Ustadku yang sedang mengajarkan yang lebih luas tentang Agamaku
Aku lebih suka mencari obrolan dengan teman yang ada di samping kiri dan kananku
Hari ke lima
Aku lupa kembali akan Tahajudku
Kupilih saf paling belakang
Dan aku mengeluh saat Imam Sholat Jumat kelamaan bacaannya
Padahal betapa dekat aku dengan televisi
Dan betapa nikmat serunya saat perpanjangan waktu sepak bola tadi malam
Hari ke enam
Semakin aku lupa akan Tahajudku
Kuhabiskan waktu di mal dan bioskop
Untuk memuaskan nafsu mata dan perutku, sampai puluhan ribu tak terasa keluar
Aku lupa waktu di perempatan lampu merah tadi
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itu pun tanpa menoleh dan dengan gerutuan
Hari ke tujuh
Bukan hanya Tahajudku, tapi subuhku pun tertinggal
Aku bermalas-malasan di tempat tidurku menghabiskan waktu
Di hari ke tujuh itu juga aku terkejut
Mendengar temanku kini telah terbungkus kain kafan
Padahal baru tadi malam aku bersamanya
Dan malam tadi dia dengan miss call nya mengingatkan aku tentang Tahajud
Kematian, kenapa aku baru gemetar mendengarnya sekarang
Padahal dari dulu dia selalu mengelilingiku
Dan dia bisa hinggap kapanpun dia mau
Serasa satu abad lebih aku lalai
Dari hari ke hari bulan dan tahun, yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah
Kurang mensyukuri walau Kau tak pernah meminta
Berkata kuno akan nasehat kedua orang tuaku
Padahal keringat dan air matanya terlanjur keluar demi aku
Tuhan andai ini satu titik Hidayah
Walau imanku hanya seujung kuku hitam
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang nanti tersisa
Tahajud dan Sholatku meninggalkan bekas
Saat aku melipat Sajadahku, Amin.

thanks to rimba_1st@yahoo.co.fr  

Kamis, 17 Juli 2014

My First Manga

Ini adalah gambar pertamaku. Mungkin tidak cukup bagus, maklum karena aku masih dalam tahap awal belajar. Tapi aku cukup puas dengan hasil karyaku (hehehe..... lebih baik memuji diri sendiri untuk memotivasi diri).


Selasa, 15 Juli 2014

Cara membuat brush sendiri

Pada postingan yang lalu telah kita bahas bagaimana cara menambah brush pada photoshop. Pada bahasan yang lalu brush yang kita instal hasil dari download di internet. Dengan cara itu kita bisa membuat objek dalam hitungan detik (tinggal klik, jadi deh). Tapi sebenarnya kita juga dapat membuat brush sendiri loh, tetapi memang waktu yang dibutuhkan agak sedikit lama. Lalu bagaimana caranya, berikut akan kita bahas bersama.

Cara pertama. Kita bisa gambar sendiri suatu pola yang kita inginkan baik secara manual maupun digital (jangan lupa file bentuk jpg ya). Lalu kita buka di photoshop kemudian pilih menu edit > define brush preset. Coba  pilih brush tool dan klik kanan. Gambar kita akan langsung nongol deh di daftar brush yang saat ini kita pakai.

Cara kedua. Kita membuatnya secara manual. Dengan cara ini kita akan membutuhkan waktu agak  sedikit lama, tapi hasilnya bisa lebih bagus dari cara yang pertama. Yuk kita mulai....

Sebagai contoh kita akan mencoba mengambil bunga-bunganya supaya bisa dijadikan brush.
Ikuti langkah berikut ini:

1. Pilih gambar yang akan dijadikan brush.



2. Seleksi bagian bunga menggunakan rectangular marquee tool, lalu kita crop.



3. Ubah mode gambar dari RGB menjadi “grayscale”.



4.  Gambar akan berubah menjadi warna hitam putih.



5. Kemudian kita Invert colour (membalik warna), yang putih menjadi hitam dan yang hitam menjadi putih. Caranya klik Image > Adjustment > Invert.



6. Hapus bagian-bagian yang tidak ingin terlihat dan atur levelnya sehingga backgroundnya mendekati putih.



7.  Kemudian klik edit > Define brush dan beri nama brush yang telah kita buat.



8. Brush akan muncul di daftar brush paling bawah dan siap digunakan.




Nah, sobat demikianlah cara membuat brush sendiri. Sekarang kalian bisa membuat brush kreasi kalian sendiri. Semoga bermanfaat.... 


Created
by. C-lover

Rabu, 25 Juni 2014

Waspada atau Berprasangka Buruk

Suatu hari ada seorang pengamen perempuan datang ke tempatku dengan membawa anaknya yang masih balita. Usianya mungkin jauh lebih muda dariku. Penampilannya sama dengan kebanyakan pengamen lainnya, lusuh dan berdebu. Si pengamen ini berdiri di depan pintu dan ia bilang ingin meminjam sepeda yang memang sedang aku parkir di depan. Katanya ia akan mengambil sandal anaknya yang terjatuh sewaktu hendak naik bis sebelum turun di depan tempatku. Tentu saja waktu itu aku berpikir tidak akan meminjamkan sepedaku (sepeda ini adalah sepeda yang sengaja  dibelikan ibu untukku dan aku sangat menyayanginya, lalu bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan bila sesuatu terjadi pada sepeda ini). Aku katakan padanya silakan pinjam sepeda di tempat lain. Tetapi ia terus memohon padaku dan mengatakan akan meninggalkan anaknya di tempatku beserta dengan tas yang berisi barang-barangnya, termasuk uang miliknya. Dia berjanji akan mengembalikan sepedaku. Akhirnya, dengan berat hati aku pinjamkan sepeda padanya. Segera ia membawa sepedaku pergi.

Setelah pengamen itu pergi aku melihatnya dari belakang. Awalnya aku berpikir, sudahlah toh kalau memang sepeda itu akan tetap menjadi milikku pasti akan kembali. Tetapi, tetangga-tetanggaku yang melihat pengamen itu pergi sambil membawa sepeda milikku menyuruhku untukku membuntutinya. Kata mereka sepedaku bisa jadi tidak akan kembali. Rupanya pengamen itu tadi juga meminta ijin untuk meminjam sepeda milik tetanggaku. Tapi tetanggaku itu tidak meminjaminya dan beralihlah ia meminjam di tempatku. Aku terpengaruh oleh kata-kata tetanggaku. Akhirnya Aku bersama seorang teman membuntuti pengamen itu dengan sepeda motor dari belakang.

Benar pengamen itu kembali lagi sambil membawa sandal milik anaknya. Ia kemudian mengembalikan sepeda milikku dan mengucapkan terima kasih. Rupanya dia juga tahu kalau aku membuntutinya dari belakang. Aku menjadi tidak enak hati dengan pengamen itu.

Dari sini ada beberapa pertanyaan yang muncul dalam hatiku. Benarkah aku telah melihat seseorang hanya berdasarkan penampilan luarnya saja?  Sikapku itu apakah sikap orang yang waspada terhadap orang yang tidak dikenal atau kah aku justru telah berprasangka buruk terhadap orang lain? Lalu dimanakah batasan antara bersikap waspada dan berprasangka buruk itu?


Seandainya waktu itu aku hanya berpikir untuk membantu tanpa harus memikirkan apakah sepedaku akan kembali atau tidak dan menyerahkan segalanya pada Yang Maha Tahu, mungkin pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan muncul dalam hatiku.

Senin, 09 Juni 2014

Cara menambah brush di photoshop

Tutorial seperti ini mungkin sudah banyak di temukan di internet tapi tidak ada salahnya dibahas kembali..... 

Kalau kita sering bermain dengan photoshop tentu tidak asing lagi dengan yang namanya brush. Brush adalah salah satu tool yang terdapat pada photoshop. Brush sendiri berfungsi untuk membuat beberapa macam efek serta membantu kita dalam membuat beberapa objek. Saat kita menginstal photoshop, secara otomatis sudah tersedia berbagai macam bentuk brush. Namun, bila kita bosan dengan brush yang bentuknya standar dan itu-itu saja sebenarnya kita bisa menambah berbagai jenis brush dengan macam bentuk yang lebih menarik. Brush tambahan itu bisa kita dapatkan dengan cara mendownload dari situs-situs internet yang menyediakan brush tambahan secara gratis.  Tinggal ketik  kata kunci “adobe photoshop free download brush” untuk mencarinya di search engine internet dan tara....... muncullah situs-situs yang menyediakan brush gratis yang siap kita download.

Lalu bagaimanakah caranya memasukkan file brush yang sudah kita download ke photoshop kita. Begini caranya:

  1.  Buka folder tempat menyimpan brush, klik file tersebut.
  2. Copy file brush (type file ABR). Caranya klik file, klik kanan, dan pilih copy.
  3. Kemudian buka folder Program Files > Adobe >  Adobe Photoshop CS3 > Presets > Brushes. Klik kanan, lalu pilih paste.
  4.  Selesai.

Setelah kita selesai menginstal brush baru, pastikan brush tersebut sudah dapat digunakan atau belum. Caranya adalah sebagai berikut:


  1. Jalankan program Adobe Photoshop dan buka dokumen baru (Ctrl+N).
  2. Pilih Brush Tool pada panel Palette Tools.

   3.    Buka panel Brush Tool. Pada panel tersebut kita dapat melihat berbagai jenis brush yang telah disediakan oleh Adobe Photoshop atau disebut juga Default Brush.

   4.       Untuk melihat brush yang telah kita instal, klik tanda panah di kanan atas panel brush.

 5.  Setelah kita klik brush yang kita pilih, akan muncul option seperti di bawah ini. Jika kita klik Append, maka brush yang kita pilih akan bertambah bersama brush default. Jika kita pilih OK, maka brush yang kita pilih akan menggantikan brush default. 


         6.  Kini pada panel brush Tool akan terisi oleh jenis brush yang telah kita instal.


 7.   Pilih salah satu brush yang kita instal dan tuangkan brush dengan meng”klik” kursor brush di atas dokumen.



8.   Selesai.

Tips :
Kita juga dapat menampilkan brush dengan cara  klik tanda panah di kanan atas panel brush lalu klik “load brushes” kemudian buka folder tempat kita menyimpan brush tadi. Pilih nama brush yang tadi telah kita instal dan klik “load”. Maka brush langsung muncul di panel brush di paling bawah.


Nah, mudah bukan. Semoga bermanfaat....


Created
by. C-lover

Selasa, 03 Juni 2014

Asthabrata

Awalnya hanya sedikit penasaran dengan tokoh-tokoh dalam kisah Mahabharata yang saat ini sedang tayang di salah satu televisi swasta, kemudian mulailah mencari tentang tokoh-tokoh itu dan ketemulah. Tapi bukan dari kisah Mahabharata sendiri melainkan aku baca dari buku tentang budipekerti dari kisah pewayangan. Ceritanya sendiri agak berbeda tapi secara garis besarnya hampir sama. Nah, disitulah aku menemukan ajaran budipekerti yang mungkin saat ini sangat diperlukan untuk negeri ini. Ini adalah kisah dari Rama. Kalau dari India sana atau pewayangan berasal dari kisah Ramayana yang mengajarkan tentang kesetiaan yang luar biasa.

Diceritakan bahwa Rama sebagai putra mahkota akan segera menggantikan ayahnya menjadi raja di Ayodya. Tetapi Dewi Kekayi (istri selir) Prabu Dasarata menagih janji ketika mau memperistri dirinya bahwa anaknya akan dijadikan raja. Rama gagal menjadi raja, malah dibuang ke hutan Dandaka selama 13 tahun ditemani adiknya bernama Lesmana (Laksmana).

Ternyata Raden Barata anak Dewi Kekayi amat berbakti, ia tidak mau menjadi raja karena sangat mencintai saudara tuanya yaitu Rama. Barata pergi dari keraton mencari Rama. Setelah bertemu Barata memohon maaf atas tindakan ibunya dan mengharap Rama kembali ke keraton dan menjadi raja. Rama tidak mau malah memberikan wejangan berupa Asthabrata.

Asthabrata berarti delapan jalan (watak) seorang raja/pemimpin.

Asthabrata itu adalah :
  1.  Kisma berarti tanah. Raja harus memiliki watak seperti tanah, yang murah dan penuh kasih, menerima segala tumpahan dan keluhan, memberikan sarana hidup, tak banyak menuntut, serba bermanfaat.
  2. Warih berarti air. Raja berwatak air, dapat menyesuaikan diri dimana-mana, memberikan kesejukan kepada siapapun sehingga rakyat merasa adhem ayem kadyo siniram banyu sawindulawase.
  3. Maruta berarti angin. Raja berwatak seperti angin, raja berada di segala tempat seperti hawa (angin) artinya raja tidak segan untuk meneliti kehidupan rakyatnya.
  4. Angkasa berarti langit, raja dapat menerima segala sesuatu dan tidak akan merasa sesak terbebani. Raja mengayomi dan memberikan keindahan yang membahagiakan seperti langit.
  5. Candra berarti bulan, raja harus bisa memberikan petunjuk dan menyelesaikan segala masalah, raja bisa menerangi para hambanya yang sedang susah, seperti bulan menerangi gelap di malam hari.
  6. Surya berarti matahari, raja memberi tiada berharap untuk kembali, adil, tidak pilih kasih, seperti matahari menerangi bumi.
  7. Dahana berarti api, raja harus bisa memberantas angkara murka, seperti api yang dapat membumihanguskan segala yang dilaluinya.
  8. Kartika berarti bintang, raja harus menepati janji, teguh dalam prinsip, tidak mudah ganti pendirian, sabdanya sebagai aturan, perilakunya menjadi contoh, seperti keteguhan bintang yang setia pada tempatnya.

Nah, sobat kiranya Asthabrata ini perlu juga dijadikan tambahan referensi untuk kalian dalam memilih siapa capres cawapres yang layak kita dukung di pilpres Juli 2014 nanti. Semoga bermanfaat....